banner 728x250

Ada Tiga Jenis Manusia yang Haram Dilupakan Seumur Hidupmu, Simak Pesan Bung Nar

BIMA, 28 November 2025 || Kawah NTB – Di tengah hiruk-pikuk dinamika sosial dan kepentingan yang kian pragmatis, Ketua Umum Lembaga Pejuang Militan Rakyat Nusa Tenggara Barat (Pilar NTB), yang akrab disapa Bung Nar, kembali melontarkan pesan menohok. Kali ini, ia tidak berbicara untuk mengkritiki soal regulasi atau kebijakan publik, melainkan menyoroti etika dasar dalam menjalin hubungan sesama manusia yang menurutnya mulai tergerus.

Dalam sebuah diskusi santai namun serius, Kamis (27/11), Bung Nar menekankan bahwa loyalitas bukan sekadar kata manis di bibir. Baginya, ada garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun yang mengaku sebagai kawan atau saudara seperjuangan.

“Ada satu tabu yang haram hukumnya terjadi dalam sebuah ikatan perkawanan, yaitu melupakan nama,” tegas Bung Nar dengan nada berat.

Pernyataan ini bukan sekadar soal ingatan memori, melainkan metafora tentang melupakan sejarah dan asal-usul. Pria yang dikenal vokal menyuarakan secara kritis aspirasi rakyat NTB ini kemudian merinci sebuah filosofi hidup tentang Tiga Wajah yang wajib diingat oleh seorang petarung sejati sampai kapan pun.

“Catat baik-baik, ada tiga jenis manusia yang tidak boleh sedetik pun hilang dari ingatanmu,” ujarnya.

“Pertama, orang yang pernah berjuang bersamamu, bahu-membahu dalam situasi sulit. Kedua, mereka yang pernah mengulurkan tangannya menarikmu bangkit ketika kamu jatuh tersungkur. Dan yang ketiga, jangan pernah lupakan wajah orang yang pernah mengkhianatimu,” sambung Bung Nar.

Lebih jauh, ia memberikan wanti-wanti keras menggunakan bahasa kiasan agar seseorang tidak menjadi kacang yang lupa pada kulitnya. Menurutnya, kesombongan seringkali membuat manusia merusak jembatan yang pernah menyelamatkan mereka di masa lalu.

“Jangan pernah kamu ludahi sumur yang dulu pernah menghilangkan dahagamu, siapa tahu suatu saat nanti kamu akan kembali ke tempat itu dalam keadaan haus dan kerongkongan kering,” ucap Bung Nar

Pesan moral ini seolah menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang kerap menggadaikan persaudaraan demi ambisi sesaat. Bagi Pilar NTB, integritas dalam berkawan adalah fondasi utama sebelum berbicara soal perjuangan yang lebih besar.

“Ingat, jangan sampai kita menjadi manusia yang hilang arah hanya karena merasa sudah besar, lalu lupa pada tangan-tangan yang dulu membesarkan,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *