banner 728x250

Ancaman Perang Dunia Ketiga Semakin Nyata Setelah Iran dan Israel Saling Serang

Bima, 26 Juni 2025 || Kanal Aspirasi dan Wacana Hukum (Kawah) NTB – Situasi di Timur Tengah saat ini sangat genting. Konflik yang selama ini tersembunyi antara Iran dan Israel kini meletus menjadi konfrontasi terbuka. Selama bertahun-tahun, kedua negara ini menggunakan perwakilan atau “proksi” untuk saling menyerang, ibaratnya saling pukul dari balik tembok. Namun, dengan saling serangnya kedua negara secara langsung, tembok itu sudah runtuh. Ini adalah perubahan besar yang sangat mengkhawatirkan.

Dulu, Israel dan Iran bertarung dengan menggunakan kelompok-kelompok seperti Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. Sekarang, mereka tak lagi ragu untuk menargetkan wilayah satu sama lain. Tindakan ini membuat semua negara di sekitar harus memilih sisi. Ini seperti dua jagoan kampung yang berkelahi dan semua orang dipaksa ikut campur.

Iran punya jaringan sekutu yang kuat di Timur Tengah, dikenal sebagai “Poros Perlawanan”. Kelompok-kelompok bersenjata di Suriah, Yaman, dan Lebanon siap siaga. Jika perang memanas, mereka bisa menyerang Israel dari berbagai arah, mengubah wilayah itu menjadi medan perang yang luas.

Di sisi lain, Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, berada di posisi yang sulit. Washington tidak mau terseret ke dalam perang baru di Timur Tengah, tapi terikat janji untuk membela Israel. Keputusan AS akan sangat menentukan apakah konflik ini tetap di wilayah itu atau meluas.

Selain itu, negara-negara besar seperti Rusia dan Tiongkok juga punya peran. Mereka memiliki hubungan baik dengan Iran dan punya kepentingan untuk mengurangi pengaruh AS di dunia. Jika AS ikut campur secara langsung, Rusia dan Tiongkok bisa saja mendukung Iran, entah dengan senjata atau dukungan politik. Inilah skenario terburuk yang bisa memicu terbentuknya dua blok kekuatan besar yang saling berhadapan, mirip dengan masa Perang Dingin.

Jika perang besar pecah, dampaknya akan terasa di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Harga minyak akan melonjak drastis karena pasokan dari Timur Tengah terganggu. Ini akan membuat harga bensin dan barang-barang lain naik. Rantai pasokan global juga akan kacau, yang bisa menyebabkan resesi ekonomi di banyak negara.

Singkatnya, apa yang terjadi antara Iran dan Israel bukan lagi urusan mereka berdua. Ini adalah peringatan bagi seluruh dunia. Keputusan para pemimpin global dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah kita bisa menghindari konflik besar yang mungkin akan mengubah sejarah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *