banner 728x250

Iran Tegaskan Posisi Tanpa 5 Syarat ini Tidak Ada Gencatan Senjata Dengan Israel

Bima, 26 Juni 2025 || Kanal Aspirasi dan Wacana Hukum (Kawah) Ntb — Di tengah perang yang terus berlangsung antara Israel dan Palestina, Iran mengajukan lima syarat penting kepada Israel jika ingin terjadi gencatan senjata. Berbeda dari permintaan lainnya, lima syarat ini bukan sekadar untuk menghentikan tembakan, tetapi bertujuan menyelesaikan akar masalah yang telah berlangsung puluhan tahun.

Menurut pernyataan Iran, syarat-syarat ini adalah bentuk upaya serius untuk menciptakan perdamaian yang adil bagi rakyat Palestina. Berikut penjelasan sederhananya:

1. Hentikan Semua Serangan Militer di Gaza 

Iran meminta agar Israel segera menghentikan semua operasi militer terhadap rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza. Serangan ini telah menewaskan ribuan warga sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan.

2. Tarik Semua Pasukan dari Wilayah Palestina

Iran mendesak Israel untuk menarik seluruh pasukannya dari daerah-daerah yang diakui dunia sebagai wilayah Palestina, seperti Gaza dan Tepi Barat. Iran menilai kehadiran militer Israel di wilayah tersebut adalah bentuk pendudukan yang harus diakhiri.

3. Buka Akses ke Jalur Gaza Tanpa Blokade 

Saat ini, Gaza diblokade oleh Israel dan sebagian Mesir, sehingga sulit bagi bantuan kemanusiaan maupun barang kebutuhan pokok masuk ke wilayah tersebut. Iran meminta agar semua jalur masuk dibuka penuh dan permanen.

4. Akui Hak Rakyat Palestina untuk Merdeka  

Iran menegaskan bahwa Palestina berhak menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Tanpa pengakuan ini, menurut Iran, tidak akan ada perdamaian yang adil.

5. Adanya Jaminan dari Komunitas Internasional  

Agar kesepakatan bisa dijalankan dengan baik, Iran meminta adanya pengawasan dari lembaga internasional. Tujuannya adalah memastikan Israel tidak melanggar perjanjian lagi di masa depan.

Sikap tegas ini memperlihatkan bahwa Iran tidak memosisikan dirinya sebagai pihak pencari ketenangan semu, melainkan sebagai aktor yang menginginkan perubahan struktural dalam dinamika konflik Israel-Palestina. Dengan mempertahankan prinsip keadilan sebagai fondasi, Iran berharap komunitas internasional tidak hanya mendorong peredaan konflik, tetapi juga keberanian untuk menuntut tanggung jawab dari pihak yang dianggap melanggar hak asasi manusia secara sistematis.

Pakar hubungan internasional dari Universitas Teheran, Dr. Nima Rahmati, menilai bahwa posisi Iran menandai pergeseran penting dari diplomasi reaktif ke diplomasi normatif yang berbasis prinsip. “Ini bukan penolakan terhadap perdamaian, tapi penolakan terhadap perdamaian semu yang dibangun di atas ketimpangan dan pengabaian hak rakyat Palestina,” ujarnya.

Bagi Iran, menghentikan perang tanpa menyelesaikan masalah utamanya hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Oleh karena itu, Iran meminta dunia untuk tidak hanya fokus pada gencatan senjata, tetapi juga pada keadilan.

Dengan sikap itu, Iran menyampaikan pesan yang tak bisa ditafsirkan ganda: Tanpa keadilan, tidak ada perdamaian. Tanpa pemenuhan lima syarat utama, tidak ada gencatan senjata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *