banner 728x250

Politik Pembusukan Gaya Baru di Jalan Rusak Lambitu

Bima, 22 Juli 2025 || Kanal Aspirasi dan Wacana Hukum (Kawah) Ntb – Di tengah tuntutan yang konkret dan sederhana yakni jalan yang layak untuk warga Lambitu segelintir bandit justru memilih taktis: bukan memperbaiki aspal, tapi membongkar reputasi pengkritik. Ini bukan sekadar serangan personal, ini adalah bentuk politik pembusukan yang dibalut gaya lama dengan baju baru.

Dalam politik yang matang, perbedaan pendapat adalah vitamin demokrasi. Tapi dalam politik yang panik, kritik malah dianggap penyakit.

Dan seperti panggung sandiwara yang kehabisan naskah, bandit yang tak bisa menjawab fakta jalan rusak justru sibuk menulis skrip baru: “pengkritik itu haus popularitas, cari uang, dan amatiran.”

Seolah-olah suara rakyat yang jujur hanya bisa dianggap sah kalau datang dari orang yang sudah mendapat restu.

Alih-alih menjawab kenapa jalan Lambitu belum diperbaiki sejak dua dekade lalu, bandit-bandit ini sibuk menjelaskan siapa yang bersuara, bukan apa yang disuarakan.

“Mengapa jalan kami rusak?” dijawab dengan, “Siapa kamu berani bicara?”

“Kenapa pemerintah tidak bertindak?” dijawab dengan, “Kamu punya agenda pribadi.”

Dan dalam logika seperti itu, bukan substansi yang diutamakan, tapi label. Karena bagi mereka, stempel lebih penting daripada aspal.

Bung Ipul menyebut ini bukan strategi, tapi gejala mental kekuasaan yang bingung menghadapi kenyataan.

“Orang yang punya kuasa tapi tak punya jawaban, biasanya memilih menghancurkan pertanyaan,” katanya.

Dan jika jalan rusak selama 20 tahun bukan cukup alasan untuk bicara, lalu kapan rakyat boleh bersuara?

Gerakan Lambitu tidak dibangun di atas ambisi pribadi. Ia dibangun di atas luka kolektif. Di atas penderitaan anak-anak yang jatuh di jalan, ibu hamil yang terhambat rujukan medis, dan ekonomi warga yang tersumbat karena tidak ada akses layak.

Karena semakin mereka menyerang, semakin terang bahwa perjuangan ini telah menyentuh titik yang mereka coba sembunyikan.

Ingatlah politik yang Tak Bisa Membaca Aspirasi, Akan Tenggelam Ditelan Aspirasi yang Tak Bisa Dibendung.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *