banner 728x250

Rakyat Diperas Saat Ngutang, Dipermainkan Saat Melunasi! Layanan Bank SMBC Bima Memiliki Sistem yang Bobrok

BIMA, 27 Maret 2026 || Kawah NTB – Punya niat baik melunasi utang lebih awal rupanya malah jadi hukuman administratif di Bank SMBC Indonesia Cabang Bima. Alih-alih diberi kemudahan karena ketaatannya membawa uang tunai, nasabah justru dihadapkan pada birokrasi berbelit, lamban, dan sangat merugikan waktu.

Borok layanan ini mencuat pada Jumat (27/03/26), saat seorang nasabah yang ingin melakukan pelunasan kredit dipercepat malah disuguhi janji tunggu tak berkesudahan dengan alasan usang: kendala teknis.

Fajrin, Pembina Lembaga Pejuang Militan Rakyat Nusa Tenggara Barat (Pilar NTB) yang turun langsung mengawal nasabah tersebut, meradang melihat ketidakbecusan ini. Ia mengkritik keras standar ganda yang diterapkan pihak perbankan kepada masyarakat kecil.

“Logikanya begini, waktu rakyat butuh pinjaman, bank cepat-cepat memproses supaya bisa segera mengeruk bunga. Tapi giliran rakyat bawa uang tunai mau melunasi utangnya lebih awal, kenapa malah dipersulit? Ini penzaliman! Jangan jadikan alasan teknis sebagai tameng untuk menyandera hak konsumen,” tegas Fajrin dengan nada berang.

Pihak bank kerap berlindung di balik alasan prosedur standar seperti sinkronisasi data, menunggu dokumen jaminan dari gudang pusat, hingga update sistem ke BI Checking. Namun di era digitalisasi ini, alasan tersebut dianggap sebagai lelucon yang membuktikan lambannya mesin birokrasi Bank SMBC.

Masyarakat tidak butuh alasan internal bank. Utang dibayar lunas hari ini, maka hak nasabah (dokumen jaminan dan surat keterangan lunas) harus kembali hari ini juga. Menahan dokumen dan membiarkan status nasabah menggantung sama saja dengan merampas kenyamanan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, Bank SMBC Cabang Bima masih tak berdaya hanya untuk mengeluarkan dokumen SK lunas bagi nasabahnya. Publik kini menuntut evaluasi total. Bank dituntut berhenti bersikap arogan dan segera membenahi sistem administrasinya. Bima butuh bank yang mempermudah urusan rakyat, bukan yang sekadar ramah saat menawarkan kredit tapi lumpuh saat melayani pelunasan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *