Bima, 13 Juni 2025 | Kanal Aspirasi Dan Wacana Hukum (Kawah) Ntb – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Sahrul Ajwari, remaja dari Desa Soki berusia 16 tahun yang menjadi korban pembunuhan berencana di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Malam takbiran
yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi memilukan ketika Sahrul diserang secara brutal oleh sekelompok preman tak bertanggung jawab saat ia tengah berkendara menggunakan motornya, tertanggal 6 Juni 2025.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 00:30 dini hari itu meninggalkan luka yang tak terhapuskan bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya. Rasa kehilangan bercampur amarah kini menjadi suara perjuangan yang tidak bisa dibungkam: Keadilan harus ditegakkan!
##Ayah dan Ibu Korban: “Kami Tidak Akan Diam, Kami Akan Terus Berjuang!”##
Di tengah kesedihan yang begitu mendalam, Muhsinin, ayah korban, menyerukan agar Polres Bima Kabupaten segera bertindak tegas. Ia tidak hanya menuntut pengungkapan identitas seluruh pelaku, tetapi juga menginginkan mereka ditangkap dan ditahan tanpa kompromi.
“Kami kehilangan anak kami dengan cara yang tidak manusiawi. Ini bukan kecelakaan, ini adalah pembunuhan yang direncanakan! Saya meminta kepolisian untuk bertindak adil dan segera menangkap semua pelaku yang terlibat. Jangan biarkan mereka bebas berkeliaran seolah-olah nyawa anak saya tidak berarti apa-apa,” ujar Muhsinin dengan suara penuh emosi.
Tak sampai disitu Ibu Korban atas nama Jaenab, pun turut memberikan komentarnya, ia menegaskan bahwa sebagai seorang ibu kami tidak akan tinggal diam jika penegakan hukum dalam kasus ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami akan terus berjuang sampai keadilan benar-benar ditegakkan. Kami tidak ingin anak kami hanya menjadi angka dalam statistik kejahatan, kami ingin para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” Ungkapnya..
Mukhsinin juga menyoroti bahwa kelambanan dalam penyelesaian kasus ini bisa berdampak buruk bagi masyarakat secara luas. Ia khawatir jika hukum tidak ditegakkan dengan tegas, maka rasa aman masyarakat akan terus tergerus.
“Hari ini anak saya menjadi korban. Tapi jika para pelaku dibiarkan bebas, siapa yang bisa menjamin tidak akan ada korban lain? Polisi harus bertindak cepat sebelum masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap hukum” tegasnya.
##Masyarakat Desa Soki Bersama Keluarga Korban: “Kami Menginginkan Keadilan, Bukan Janji Kosong!”##
Dukungan dari masyarakat Desa Soki terhadap keluarga korban semakin kuat. Warga tidak hanya ikut merasakan kehilangan, tetapi juga ikut memperjuangkan agar kasus ini tidak tenggelam tanpa kejelasan. Mereka mendesak Polres Bima untuk memberikan kepastian hukum dan memastikan bahwa semua pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Seorang warga Desa Soki yang tidak ingin disebut namanya yang mengikuti perkembangan kasus ini turut menyampaikan aspirasinya.
“Pembunuhan seperti ini tidak boleh dianggap enteng. Kami semua di desa ini menuntut keadilan bagi Sahrul Ajwari. Polres Bima Kabupaten harus menunjukkan bahwa mereka berpihak pada korban, bukan pada pelaku. Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan nyata,” ungkapnya.
Kini, semua mata tertuju pada pihak kepolisian. Akankah hukum benar-benar ditegakkan? Akankah keluarga korban mendapatkan keadilan? Atau akankah kasus ini berakhir sebagai sekadar arsip yang terlupakan?








































