Bima, 19 Juli 2025 || Kanal Aspirasi dan Wacana Hukum (Kawah) NTB – Hari ini, duka mendalam masih menyelimuti keluarga Sahrul Ajwari, remaja 16 tahun dari Desa Soki, yang nyawanya direnggut secara brutal pada 6 Juni lalu. Namun, di tengah kepedihan yang tak kunjung mereda, keluarga harus menghadapi kenyataan pahit: keadilan yang tak kunjung tiba. Hingga saat ini, Polres Bima belum memberikan titik terang, meninggalkan mereka dalam kegelapan tanpa kepastian hukum.
Kita semua menjadi saksi bisu bagaimana detik-detik tragis kepergian Sahrul terekam dan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Sebuah bukti nyata kekejaman yang seharusnya menjadi landasan kuat bagi aparat penegak hukum. Namun, alih-alih merespons dengan sigap, institusi yang seharusnya menjadi pelindung keadilan ini memilih diam, seolah membisu di hadapan jeritan hati keluarga dan tuntutan publik.
Setiap hari yang berlalu adalah sayatan baru bagi keluarga Sahrul. Mereka tak hanya kehilangan seorang anak, seorang adik, tapi juga kehilangan keyakinan pada sistem yang seharusnya melindungi. Pertanyaan-pertanyaan tak terjawab terus menghantui: Siapa pelakunya? Bagaimana proses penyidikan berjalan? Apakah nyawa Sahrul benar-benar dianggap berharga?
Keadilan seharusnya adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang status atau latar belakang. Sahrul, seorang remaja sederhana dari desa, memiliki hak yang sama untuk hidup, untuk dilindungi, dan untuk mendapatkan keadilan. Ketika negara abai, ketika hukum terkesan ‘mati suri’ di hadapan mereka yang tak memiliki kuasa, maka fondasi negara hukum pun dipertanyakan.
Jika hingga saat ini belum ada satu pun pelaku yang ditetapkan status hukumnya, maka ini bukan hanya tentang lambatnya proses, melainkan juga tentang pertanyaan besar: Mengapa institusi hukum bisa begitu pasif?
Nama Sahrul Ajwari akan terus kami suarakan. Kami akan terus menuntut kebenaran. Kami berharap, suara hati ini dapat menggugah nurani, memaksa hukum untuk membuka mata, dan memastikan bahwa darah seorang remaja tak lagi dikhianati oleh janji keadilan.








































