banner 728x250

Ketua GRH menilai Sahrul Ajwari Harus Bangkit Sendiri Dulu Dari Kuburnya dan Bawa Nama Pelaku ke Kantor Polisi

Bima, 9 Juli 2025 || Kanal Aspirasi dan Wacana Hukum (Kawah) Ntb – Ketua Umum Gerakan Revolusi Hukum Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (GRH SULSELBAR), Bung Adul, angkat bicara soal macetnya kasus kematian remaja 16 tahun, Sahrul Ajwari. Dalam gaya bicaranya yang dikenal blak-blakan, Bung Adul menyebut penanganan kasus ini “lebih cocok disebut naskah drama absurd ketimbang proses hukum.”

“Kalau Penyidik Sat Reskrim Polres Bima masih nunggu saksi nyebut nama lengkap pelaku pakai NIK dan gelar akademik, ya sudah. Beri saja medium dan lilin, mungkin nanti Sahrul bisa muncul dari alam sana dan bikin BAP sendiri,” ucapnya, sembari menambahkan bahwa keadilan di negeri ini sering disamakan dengan konsep ghaib: diyakini, tapi tak pernah muncul secara nyata.

Bung Adul juga menyentil logika penyidik yang dianggapnya seperti “aplikasi butuh update.”

“Laporan visum sudah ada, saksi sudah bicara soal kekerasan, tapi karena gak nyebut nama, penyidik lebih milih ngopi. Ini negara hukum atau tebak-tebakan?”

Menurutnya, yang jadi korban bukan cuma Sahrul Ajwari, tapi juga nalar publik. “Kalau saksi harus jadi peramal sekaligus detektif, ngapain ada penyidik? Bubarkan saja, kasih seragam ke warga dan suruh mereka cari pelaku sendiri,” sindirnya.

Tak hanya itu, Bung Adul menyebut kasus ini sebagai contoh nyata dari “hukum lari jarak jauh tanpa garis finish.”

“Kita diajak ikut lomba maraton keadilan, tapi ternyata panitianya malah ngopi di pos pertama. Luar biasa.”

Di akhir pernyataannya, Bung Adul menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi keluarga dan mendesak Kapolri untuk mengevaluasi total Polres Bima.

“Jangan tunggu korban kedua. Jangan tunggu rakyat mulai percaya bahwa keadilan hanya bisa didapat lewat trending topic.”

Jika aparat butuh bukti, Bung Adul siap menyumbang kaca pembesar dan GPS“Biar mereka tahu arah pencarian keadilan, bukan sekadar jalan-jalan pakai mobil dinas,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *